Wednesday, February 20, 2008

Thank you Rio

This is love story about Rio and Vera.

Saat itu, hujan turun dengan lebatnya, petir pun seakan tak mau mengalah, ikut menyambar silih berganti. Vera dan Rio saat itu berada di kamar yang nyaman, berbeda jauh dari suasana di luar. Yang mungkin sama adalah suasana hati Vera. Hati Vera bergetar, berdegup begitu kencang. Mungkin jika tak ada suara hujan dan petir, Rio akan mendengarnya. Hati Vera bergetar, logika dan emosinya sedang bergolak, bertarung dengan hebat. Hati dan emosinya ingin sekali melakukannya, tapi logika dan akal sehatnya melawan itu semua.

Malam semakin larut, dan suasana kamar semakin nyaman. Saat itu mereka berdua berada di atas tempat tidur, sambil mengobrol dan menonton televisi. Hati Vera berdesir.... Hhmmm... wangi tubuh Rio membuatnya seakan...ahhhh. Saat menatap wajah Rio, Vera benar-benar seakan tak sanggup lagi untuk menahan gejolak yang sangat mendesaknya. Gejolak yang begitu membara. Siap meledak! Bagi Vera Rio saat itu tampak begitu sexy dan menarik.

Gejolak yang dikira Vera tak akan pernah ada lagi, tak akan pernah muncul lagi, ternyata muncul kembali. Sebenernya Vera sangat menikmati saat merasakan gejolak hati tersebut. "Oh... ternyata aku tak '...' seperti yang aku sangka. Ternyata aku masih bisa merasakannya." bisik kata hati Vera. "Dan aku yakin masih bisa melakukannya, untuk saling berbagi dan memberi"tukas emosi Vera kepada logikanya. "Tapi kan tidak mungkin jika kau yang membuat move terlebih dahulu, dan disamping itu tak boleh lah dilakukan?! cukup nikmati saja kebersamaan ini" lawan logika Vera. "Tapi... dia begitu tak tertahankan... begitu sexy dan charming." emosi Vera tetap berkeras. "Aku ingin Rio tau kalau dia begitu jantan. Dan...aku ingin merasa diakui jika aku begitu cantik dan indah" emosi Vera tetap berkeras meyakinkan logika.

Dan waktu pun terus berjalan, Vera benar-benar menikmati setiap detik kebersamaannya denga Rio yang susah sekali untuk terwujudkan.

Dan sampai akhirnya.... "terima kasih Tuhan. Engkau telah melindungiku", bisik Vera dalam hati. Tak ada kejadian yang terlarang. Kali ini, akal sehat menang. "Terima kasih Rio", bisik Vera saat mengatarkan pulang. "Terima kasih untuk tetap menjagaku". Dan kecupan manis diberikan Vera untuk Rionya tersayang. Kecupan terima kasih untuk menjaganya. Vera yakin semua kejadian sudah ada yang mengatur.....

No comments: